Arsip budaya nusantara: galeri foto dan narasi di baliknya.
Pertunjukan wayang kulit lebih dari sekadar hiburan malam hari. Di balik setiap lakon, tersimpan ajaran filosofis tentang kehidupan, kepemimpinan, dan hubungan manusia dengan sesama serta Sang Pencipta. Dalang tidak hanya menggerakkan wayang, tetapi juga menjadi narator, komentator sosial, sekaligus penjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Di tengah gempuran hiburan digital, sejumlah sanggar wayang terus berupaya memperkenalkan seni ini kepada anak-anak muda melalui pertunjukan yang lebih interaktif.
Tenun ikat Sumba bukan sekadar kain, melainkan catatan sejarah dan status sosial masyarakat adat yang dituangkan lewat motif kuda, burung, hingga simbol leluhur. Proses pembuatannya bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan, mulai dari pewarnaan alami menggunakan akar mengkudu dan nila, hingga proses menenun manual di alat tenun tradisional. Tenun ikat Sumba kini menjadi salah satu warisan budaya yang mulai mendapat pengakuan di panggung mode internasional.
Batik tulis pesisir Pekalongan dikenal dengan corak warna yang berani dan motif flora-fauna yang dipengaruhi budaya pesisir serta pedagang asing yang singgah berabad-abad silam. Setiap helai kain membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan oleh tangan-tangan pembatik yang mewarisi keterampilan ini turun-temurun. Kini, generasi muda pembatik mulai memadukan motif klasik dengan sentuhan desain kontemporer agar batik tulis tetap relevan bagi pasar masa kini.